PENTINGNYA MENERAPKAN TIK SEBAGAI MATA
PELAJARAN DALAM KURIKULUM NASIONAL
Oleh : Mujahidin, S.T
NIP. 198212262010011006
GURU SMP NEGERI 35 KOTA BEKASI
BAB I
PENDAHULUAN
Pada saat ini dunia sedang mengalami
transformasi luar biasa yang tidak bisa terelakan oleh negara manapun. Bila pada masa dua puluh tahun yang lalu atau
lebih untuk berbicara atau mengirim pesan kepada orang lain yang berada pada
tempat yang jauh amat sulit , maka pada saat sekarang ini amat mudahnya untuk
berbicara atau mengirim pesan. Bila pada masa beberapa puluh tahun yang lalu
orang sering berlangganan koran atau media massa, sekarang orang pada umumnya
lebih sering membaca melalui smartphone atau tablet.
Ketika tahun delapan puluh atau ocialr
puluhan perusahaan-perusahaan atau kantor masih menggunakan mesin ketik untuk
surat-menyurat, namun sekarang yang demikian hampir sudah tidak ada lagi yang
menggunakannya digantikan dengan computer yang lebih cepat , lebih efektif dan
efesien dalam menyelesaikan pekerjaan.
Pada beberapa tahun yang lalu banyak
orang yang tidak bekerja di perusahaan atau kantor untuk memenuhi pendapatan
keluarga berprofesi sebagai tukang ojek menawarkan jasa trasnportasi dengan
sepeda motor. Namun pada saat ini bidang transportasi pun sudah dirambah oleh
kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi sehingga muncul perusahaan seperti
Grab, Gojek, Uber dan lain sebagainya.
Sekolah-sekolah di benua eropa dan
amerika mempelajari coding dalam bentuk mata pelajaran informatics di sekolah
mereka terutama tingkatan Sekolah Menengah dan atas. Hal ini mereka terapkan
karena menganggap coding atau Pemograman ocialr bukan sekedar ilmu
praktis tetapi telah menjadi jalan yang memungkinkan perubahan, tidak hanya di
bidang teknologi tetapi juga dalam kehidupan ocial secara luas.
Demikian tadi
hanya sedikit gambaran kecil betapa Teknologi Informasi dan Komunikasi telah
memasuki segala aspek kehidupan manusia, sehingga betapa pentingnya Teknologi
Informasi dan Komunikasi dapat di ajarkan dalam bentuk mata pelajaran di
sekolah-sekolah kita. Sebenarnya mempelajari suatu bidang mata pelajaran adalah
sebagai upaya untuk memberikan bekal kecakapan hidup kepada peserta didik agar
dapat diterapkan di dalam kehidupan ataupun lingkungannya.
Teknologi
Informasi dan Komunikasi sekarang ini tidak ubahnya seperti ilmu pengatahuan
alam ataupun ilmu pengetahuan ocial , mengapa dikatakan demikian karena
Teknologi Informasi dan Komunikasi selalu memberikan pengaruhnya dalam aspek
apapun, sehingga ini menciptakan efek pengatahuan yang harus dipelajari oleh
manusia entah dari sisi cara menggunakannya atau memanfaatkannya. Dan perlu
diketahui pengaruh positif yang perlu diraih atau pun pengaruh negative yang
perlu dihindari dari penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi.
1.1 Identifikasi Masalah
Kehidupan kita sekarang amat berbeda
dengan kehidupan kita beberapa belas tahun yang lalu. Banyak permasalahan yang
kita hadapi pada masa sekarang ini seperti rendahnya mutu sumber daya manusia
kita, rendahnya kompetensi yang dimiliki oleh angkatan kerja kita dibanding
negara tetangga misalnya.
Beberapa tahun yang lalu kita amat
sedih melihat berita suatu perusahaan ojek online membuka lowongan kerja di
senayan. Pada saat itu terjadi antrian yang sangat panjang untuk menjadi
karyawan ojek online , ternyata tidak sedikit yang mendaftar menjadi karyawan
gojek tersebut adalah lulusan SMA, sarjana tingkat S1 ataupun D3. Hal ini
menunjukan bahwa pendidikan kita kurang membekali anak didik kita dengan
kecakapan hidup yang akan berguna bila mereka dewasa kelak.
Menurut data badan pusat statistik
jumlah pengangguran terbuka pada bulan Agustus tahun 2016 telah mencapai 7,57
juta orang. Sedangkan potensi industri kreatif dibidang teknologi informasi dan
komunikasi untuk kedepannya masih sangat lebar.
Di Indonesia, peran
industri kreatif dalam ekonomi Indonesia cukup signifikan dengan besar
kontribusi terhadap PDB rata-rata tahun 2002-2006 adalahsebesar 6,3% atau
setara dengan 104,6 triliun rupiah (nilai konstan) dan 152,5 triliunrupiah
(nilai nominal). Industri ini telah mampu menyerap tenaga kerja rata-rata
tahun2002-2006 adalah sebesar 5,4 juta dengan tingkat partisipasi sebesar 5,8%.
Dalam industri
kreatif khususnya peranan teknologi informasi menjadi dominan dalam
menghasilkan karya kreatif. Diantara 13 kelompok industri kreatif, setidaknya
10 industri sangat terkait erat dengan teknologi informasi. Industri tersebut
yaitu industri periklanan, arsitektur, disain, video, film dan fotografi,
permainan interaktif (game),musik, penerbitan dan percetakan, layanan komputer
dan piranti lunak, televisi dan radio, juga riset dan pengembangan.
Pada saat
sekarang sedang hangat-hangatnya pemerintah berupaya memberantas berita hoax di
dalam dunia maya. Tentu saja hal ini tidak terlepas akibat perkembangan
Teknologi Informasi dan Komunikasi. Bukan hanya hoax saja sebagai efek negative
penggunaan TIK yang tidak baik, masih ada contoh lain misalnya penipuan dengan
memakai situs blog , anak-anak yang mengakses situs-situs porno dan lain
sebagainya.
Hal ini
merupakan akibat masyarakat kita tidak mendapatkan edukasi mengenai pemanfaatan
TIK di bangku sekolah. Apalagi dengan dihapusnya mata pelajaran TIK di dalam
kurikulum 2013 menjadikan peserta didik buta akan etika pemanfaatan TIK yang
benar.
1.2 Rumusan Masalah
Dengan pemaparan-pemaran di atas dapat
kita buat beberapa rumusan masalah sebagai berikut :
1.
Apakah upaya-upaya yang dapat dilakukan agar peserta didik
kita mendapatkan kemampuan kecakapan hidup yang sesuai dengan keadaan pada
jaman sekarang ini?
2.
Apakah upaya-upaya yang dapat dilakukan agar peserta didik
kita menggunakan teknologi dengan benar?
3.
Apakah upaya-upaya yang dapat kita lakukan agar kita menjadi
bangsa yang berdaulat di negeri sendiri, dapat membuat berbagai perangkat
aplikasi dan menggunakannya? Karena selama ini kita lebih sering hanya menjadi
pemakai aplikasi bukan pengguna aplikasi.
4.
Apakah perbedaannya TIK sebagai alat bantu dengan TIK
sebagai mata pelajaran?
5.
Apa yang akan terjadi di masa mendatang bila anak didik kita
hanya menggunakan TIK sebagai alat bantu/tools dalam kegiatan belajar di
sekolah?
6.
Apakah ada kelebihan dan kekurangan mata pelajaran TIK
dibandingkan pelajaran lain?
1.3 Tujuan Penulisan
Berdasarkan
uraian yang telah dipaparkan penulis memiliki tujuan agar Teknologi Informasi
dan Komunikasi dapat kembali diajarkan di sekolah-sekolah karena TIK merupakan
suatu pengetahuan yang amat penting untuk dipelajari oleh para siswa kita.
Semoga dengan uraian-uraian yang
dipaparkan dapat mengugah hati para pimpinan dan pejabat-pejabat di kementrian
pendidikan dan kebudayaan agar memasukan TIK ataupun computer sains sebagai
mata pelajaran di dalam struktur kurikulum nasional.
BAB
II
PEMBAHASAN
Ketika seorang
peserta didik hendak berangkat ke sekolah pada pagi hari tentu ada dalam
pikiran alam bawah sadarnya bahwa ia pergi ke sekolah untuk mendapatkan ilmu
yang kelak akan berguna bagi masa depannya nanti. Sehingga dengan ilmu itu ia
dapat bekerja dengan baik dan berguna bagi manusia yang lain.
Menurut Prof. Dr
Sunardi, M.Sc dan Dr. Imam Sujadi, M.Si fungsi kurikulum yaitu:
a.
Fungsi umum pendidikan. Maksudnya untuk mempersiapkan
peserta didik agar menjadi anggota masyarakat yang bertanggung jawab dan baik
b.
Suplementasi. Kurikulum sebagai alat pendidikan harus dapat
memberikan pelayanan kepada setiap siswa
c.
Eksplorasi. Kurikulum harus dapat menemukan dan
mengembangkan minat dan bakat masing-masing siswa
d.
Keahlian. Kurikulum berfungsi untuk mengembangkan kemampuan
anak sesuai dengan keahliannya yang didasarkan atas minat dan bakat siswa.
Dengan
mempelajari bagaimana mengolah dokumen dengan pengolah kata, membuat laporan
keuangan dengan pengolah angka siswa akan memperoleh keahlian yang berguna
dalam hidupnya. Apabila siswa diajarkan bagaimana etika pemanfaatan teknologi
informasi dan komunikasi maka dapat menjadikan siswa anggota masyarakat yang
bertanggung jawab dan baik.
Anak-anak yang
tidak diajarkan pengetahuan computer bisa saja melakukan pembajakan kepada
situs tertentu. Hal ini terjadi bukan karena anak itu pintar justru hal
tersebut terjadi karena anak tidak mempunyai pengatahuan computer. Tentu anak
tersebut tidak tahu kalau komputernya itu sangat mudah dilacak karena setiap
computer ataupun gadget mempunyai ciri pengenal yang unik.
Sangat
disayangkan sekali anak-anak kita adalah pengguna smartphone yang sangat banyak
tetapi anak-anak kita lebih banyak menggunakan teknologi hanya sebatas
komunikasi, media social, game dan sebagainya. Padahal seharusnya kita dapat
memanfaatkannya untuk menunjang bidang kegiatan belajar, bisnis dan lain-lain.
Hal ini perlu di edukasi dengan mengajarkan kepada anak melalui Mata Pelajaran
TIK dengan mengenalkan hal-hal yang dapat bermanfaat dengan teknologi misalnya
membuat blog, membuat desain foto dengan photoshop. Dan bagaimana perlunya menghindari
hal-hal yang negative dalam internet seperti situs porno, hoax dan sebagainya.
Dalam
perkembangan TIK selama ini kita lebih sering menjadi pengguna daripada pembuat
atau pengelola dalam TIK. Berbagai aplikasi yang terinstal dalam computer atau
pun gadget kita bisa dipastikan hampir seratus persen dibuat perusahaan atau
perorangan dari luar negeri. Bahkan untuk menutup google pun kita tidak berani
padahal ia telah menunggak pajak puluhan triliun.
Mengapa hal ini
terjadi? Karena memang kita kurang mementingkan Teknologi Informasi dan
Komunikasi. Terutama dalam bidang pendidikan lihat saja bagaimana dengan
mudahnya pemerintah mata pelajaran TIK dihapus dalam kurikulum 2013. Pemerintah
hanya menganggap TIK sebagai alat bantu untuk pelajaran lain. Padahal tidak,
memang benar TIK dapat membantu kegiatan belajar mengajar menjadi lebih baik.
Tetapi disisi lain TIK juga sebagai disiplin ilmu tersendiri yang sangat tepat
untuk dipelajari.
Lalu dimanakah perbedaanya TIK sebagai
alat bantu dan TIK sebagai mata pelajaran?
Untuk menjawab
pertanyaan ini, saya ingin bertanya kepada anda, pernahkah anda belajar
matematika? Dan apakah pernah anda belajar fisika? Apakah di dalam fisika anda
belajar juga matematika? Ok, selanjutnya apakah anda pernah belajar ekonomi
apakah di dalam pelajaran ekonomi anda belajar juga matematika? Ok, selanjutnya
apakah anda pernah belajar agama islam? Apakah di dalam agama islam anda
belajar juga matematika (soal pembagian warisan)?
Nah, sekarang
saya ingin membandingkan dengan TIK. Apakah pernah anda belajar TIK (misal saja
word, excel, animasi, internet dsb)? Dan apakah pernah anda belajar Bahasa
Indonesia? Apakah di dalam Bahasa Indonesia anda belajar juga TIK (word)? Ok,
selanjutnya apakah anda pernah anda belajar Ekonomi? Apakah di dalam Ekonomi
anda belajar juga TIK (excel)? Ok, selanjutnya apakah anda pernah belajar IPA?
Apakah di dalam IPA anda belajar juga TIK(word, animasi dsb)?
Nah, selanjutnya
saya ingin tanyakan apakah anda tidak perlu belajar matematika karena di dalam
pelajaran lain pun sudah ada karena matematika sebagai alat bantu? Dan Apakah
anda tidak perlu belajar TIK karena di dalam pelajaran lain pun sudah ada
karena TIK sebagai alat bantu?
Baiklah, dari
uraian di atas jelas Nampak perbedaan TIK sebagai alat bantu dengan TIK sebagai
mata pelajaran. Jadi TIK bukan hanya sebagai alat bantu tetapi TIK juga sebagai
mata pelajaran yang harus dipelajari.
Apa yang akan
terjadi di masa mendatang bila anak didik kita hanya menggunakan TIK sebagai
alat bantu/tools dalam kegiatan belajar di sekolah? Jawabannya adalah sebagai
berikut :
1.
Mereka tidak akan mampu bekerja secara produktif dan
kompetitif (tidak sekedar efektif dan efesien)
2.
Mereka tidak dapat beradaptasi dengan dunia global yang
saling terhubung (komunikasi dan kolaborasi)
3.
Mereka tidak akan mampu berinovasi
secara kreatif memperbaiki situasi kehidupan (cerdas berkreasi)
4.
Mereka tidak akan mampu berfikir secara
holistic, logis, terstruktur dan sistemik (algoritmik) karena dengan belajar
TIK mereka dapat berpikir secara sistemik.
5.
Tidak mampu belajar secara terbuka ,
terus menerus dan membudaya (etis)
6.
Tidak mampu berkarya secara mandiri
sebagai sebuah pilihan kehidupan (profesi)
Apabila
peserta didik hanya menggunakan TIK sebagai alat bantu di dalam pelajaran ,
misalnya saja Bahasa Indonesia membuat surat dengan mengetik (word) di
komputer, maka hal itu hanya baru belajar kulitnya saja belum belajar isi dari
TIK itu sendiri karena untuk menggunakan microsoft word itu sendiri banyak
literature fungsi dan menu yang harus diketahui.
Apalagi
dengan kondisi banyak guru-guru kita tidak mempunyai kompetensi yang mumpuni
dalam menggunakan computer untuk menunjang pekerjaannya dalam pembelajaran dan
administrasinya. Seharusnya pemerintah
menyadari mengapa banyak gurunya tidak kompeten dalam penguassaan
computer dan TIK , karena memang mereka pada waktu sekolah dasar dan menengah
dahulu itu tidak mendapatkan materi TIK.
Ternyata TIK sebagai mata pelajaran
mempunyai kekhasan tersendiri atau kelebihan yang tidak dimiliki mata pelajaran
lain yaitu sebagai berikut :
1. TIK
sudah sangat memenuhi tujuan pendidikan yang diungkapkan oleh Benjamin S. Bloom
atau taksonomi Bloom, yaitu :
a. Ranah
kognitif (pengetahuan)
Berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek intelektual,
seperti pengetahuan, pengertian dan keterampilan berpikir. Dalam pelajaran TIK
ada proses berpikir seperti dalam excel ada penerapan rumus IF THEN ELSE,
VLOOKUP, AVERAGE dsb. Dalam pelajaran TIK bagaimana mengenal fungsi-fungsi dan
menu suatu pengolah kata dsb. Dalam pelajaran TIK juga ada pemanfaatan etika
informasi yang sesuai dengan kondisi kemajuan teknologi.
b. Ranah
afektif
Berisi perilaku-perilaku yang menekankan minat, sikap,
apresiasi dan penyesuaian diri. Ketika peserta didik mempelajari bagaimana
membuat lembar kerja menggunakan excel maka akan timbul suatu apresiasi, minat
terhadap profesi yang berkaitan dengan pengolah angka atau excel.
c. Ranah
psychomotor
Berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek keterampilan
motoric seperti membuat laporan berbentuk table, membuat proposal, membuat
presentasi, mengedit foto dsb.
Apabila
anda bandingkan dengan pelajaran lain misalnya PKN saya kira pelajaran PKN
tersebut tidak dapat menjangkau ranah psikomotorik. Sekarang anda bandingkan
dengan mata pelajaran prakarya , saya kira prakarya akan sangat sulit menjangkau
ranah kognitifnya akan tetapi pada ranah afektif dan psikomotor cukup bagus.
Sekarang anda bandingkan dengan matematika, saya kira pelajaran matematika akan
mencapai ranah kognitif (keterampilan berpikir) dan ranah afektif akan tetapi
matematika akan sangat sulit menuju ranah psikomotorik.
Selain
dari yang saya uraikan tadi pelajaran TIK juga ada kelebihan lain yaitu untuk
TIK tingkat kemandirian siswa dapat tercapai dalam arti TIK dapat menjadi bekal
kecakapan hidupnya kelak. Dan juga pelajaran TIK dapat membuka banyak peluang
kerja baru bagi siswa dan juga institusi pendidikan seperti sekolah atau
perguruan tinggi dengan dunia usaha. Selain kelebihannya TIK juga mempunyai
kekurangan dibandingkan pelajaran lain yaitu sebagai berikut:
1. TIK
masih sulit dianggap sebagai mata pelajaran karena memang baru pada beberapa
tahun belakangan TIK berkembang pesat.
Bagi pegawai generasi tahun 1950-1970 an biasanya agak gaptek atau kurang
mengenal TIK secara holistic, sehingga generasi pada masa ini dalam mengajar
atau bekerja lebih senang yang bersifat manual. Generasi pada masa ini biasanya
menganggap TIK sebelah mata sehingga tidak layak untuk dijadikan mata
pelajaran. Tetapi berbeda dengan generasi tahun 80 an ke atas mereka dalam
bekerja sudah sering menggunakan TIK dan menganggap TIK adalah suatu hal yang
penting untuk dipelajari.
2. Sangat
sedikit sekali perguruan tinggi keguruan yang mengadakan jurusan pendidikan
ilmu computer atau informatika. Di jawa barat ada Universitas Pendidikan
Indonesia yang menyelenggarakan pendidikan ilmu computer sedangkan di Jakarta
sepertinya memang belum ada. Mudah-mudahan akan tumbuh lagi perguruan tinggi
lainnya yang mau menyelenggarakan pendidikan untuk menyiapkan guru computer
atau TIK. Kebijakan pemerintah dalam hal ini kementrian pendidikan sangat
berpengaruh dengan kelangsungan perguruan tinggi yang tgelah menyelenggarakan
prodi pendidikan ilmu computer.
3. Kurangnya
dukungan dari lembaga yang terkait dengan mata pelajaran TIK seperti Kementrian
Komunikasi dan Informatika. Ketika kurikulum 2013 menghapus Bahasa sunda dari
struktur kurikulum 2013 Gubernur Jawa Barat menyurati Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono agar Bahasa sunda tetap dipertahankan. Hal ini tidak terjadi pada
pelajaran TIK, pada saat TIK dihapus dari struktur kurikulum 2013 seharusnya
Kementrian Komunikasi dan Informatika menyurati presiden agar TIK tetap
dipertahankan, kalau memang ada kelemahan dari konten TIK harusnya diperbaiki
bukan nya dihapus. Karena keberadaan TIK dalam kurikulum sekolah harusnya
menguntungkan kementrian komunikasi dan informatika. Misalnya dengan edukasi
internet yang sehat dan menciptakan generasi yang unggul dalam bidang TIK atau
ICT, sehingga Pekerja Indonesia bisa diperhitungkan dalam kompetensi global.
BAB III
PENUTUP
TIK merupakan
suatu pengetahuan yang amat penting untuk dipelajari dan diterapkan dalam struktur
kurikulum nasional mengingat perkembangan jaman yang sedemikian pesat dalam
bidang TIK. Banyak tantangan dan hambatan dalam penerapan TIK di kurikulum
nasional akibat kurangnya penerimaan TIK oleh generasi yang lebih senior.
3.1 Kesimpulan
TIK bukan hanya
sebagai alat bantu dalam pelajaran di sekolah, tetapi TIK juga mesti diajarkan
dalam bentuk mata pelajaran karena pengetahuan TIK adalah pengetahuan yang
bersifat umum dan bermanfaat sebagai bekal kecakapan hidup dan penanaman etika
informasi kepada peserta didik.
Penerapan TIK di
dalam kurikulum nasional adalah bersifat mutlak, dalam artian harus diajarkan
dan diterapkan di sekolah karena perkembangan jaman yang menuntut ketersediaan
tenaga kerja yang produktif dan kompetitif.
TIK sebagai
pelajaran sudah memenuhi tujuan pendidikan yang di uraikan oleh Benjamin S
Bloom dan mengajarkan TIK sesuai dengan fungsi kurikulum yaitu; untuk
mempersiapkan peserta didik agar menjadi anggota masyarakat yang bertanggung
jawab dan baik dan mengembangkan kemampuan anak sesuai dengan keahliannya yang
didasarkan atas minat dan bakat siswa.
TIK sangat perlu
dimasukan kedalam struktur kurikulum nasional untuk menyiapkan generasi yang
produktif dan kompetitif dan sebagai bekal kecakapan hidup peserta didik.
Banyak manfaat dan keuntungan yang diperoleh penyelenggara pendidikan dan
sector usaha dengan memasukan TIK ke
dalam kurikulum nasional.
Penghapusan TIK
dari struktur kurikulum nasional (2013) merupakan hal yang amat keliru. Apalagi
dengan minimnya kompetensi guru-guru kita dalam penguasaan computer dan TIK.
3.2 Saran
Dengan
uraian-uraian yang telah dikemukakan di atas maka pemerintah dalam hal ini
kementrian pendidikan dan kebudayaan agar memasukan kembali TIK kedalam
struktur kurikulum nasional mengingat keberadaan TIK adalah mutlak sesuai
perkembangan teknologi dan globalisasi.
Pemerintah
diharapkan dapat memajukan pendidikan dengan memanfaatkan TIK bukan hanya
sebagai alat bantu tetapi juga dalam bentuk mata pelajaran. Selain itu
diharapkan agar pendidikan tinggi juga membuka pendidikan ilmu computer guna
menyiapkan guru-guru TIK yang berkualitas.
Diharapkan peran
pemerintah untuk mengevaluasi dan memperbaiki materi ajar mata pelajaran TIK
agar lebih berkualitas dan lebih kompeten sesuai kondisi yang dibutuhkan oleh
siswa guna mewujudkan generasi emas Indonesia.
Demikianlah apa
yang dapat penulis uraikan semoga bermanfaat untuk negara dan bangsa tercinta.
Terimakasih.
DAFTAR PUSTAKA
https://www.bps.go.id/linkTabelStatis/view/id/972
Prof. Dr Sunardi, M.Sc dan Dr. Imam Sujadi, M.Si Sumber
Belajar Penunjang PLPG materi kurikulum 2013, Tahun 2016