Monday, January 16, 2017

PENTINGNYA MENERAPKAN TIK SEBAGAI MATA PELAJARAN DALAM KURIKULUM NASIONAL

Oleh : Mujahidin, S.T
NIP. 198212262010011006
GURU SMP NEGERI 35 KOTA BEKASI




BAB I
PENDAHULUAN

Pada saat ini dunia sedang mengalami transformasi luar biasa yang tidak bisa terelakan oleh negara manapun.  Bila pada masa dua puluh tahun yang lalu atau lebih untuk berbicara atau mengirim pesan kepada orang lain yang berada pada tempat yang jauh amat sulit , maka pada saat sekarang ini amat mudahnya untuk berbicara atau mengirim pesan. Bila pada masa beberapa puluh tahun yang lalu orang sering berlangganan koran atau media massa, sekarang orang pada umumnya lebih sering membaca melalui smartphone atau tablet.
Ketika tahun delapan puluh atau ocialr puluhan perusahaan-perusahaan atau kantor masih menggunakan mesin ketik untuk surat-menyurat, namun sekarang yang demikian hampir sudah tidak ada lagi yang menggunakannya digantikan dengan computer yang lebih cepat , lebih efektif dan efesien dalam menyelesaikan pekerjaan.
Pada beberapa tahun yang lalu banyak orang yang tidak bekerja di perusahaan atau kantor untuk memenuhi pendapatan keluarga berprofesi sebagai tukang ojek menawarkan jasa trasnportasi dengan sepeda motor. Namun pada saat ini bidang transportasi pun sudah dirambah oleh kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi sehingga muncul perusahaan seperti Grab, Gojek, Uber dan lain sebagainya.
Sekolah-sekolah di benua eropa dan amerika mempelajari coding dalam bentuk mata pelajaran informatics di sekolah mereka terutama tingkatan Sekolah Menengah dan atas. Hal ini mereka terapkan karena menganggap coding atau Pemograman ocialr bukan sekedar ilmu praktis tetapi telah menjadi jalan yang memungkinkan perubahan, tidak hanya di bidang teknologi tetapi juga dalam kehidupan ocial secara luas.
Demikian tadi hanya sedikit gambaran kecil betapa Teknologi Informasi dan Komunikasi telah memasuki segala aspek kehidupan manusia, sehingga betapa pentingnya Teknologi Informasi dan Komunikasi dapat di ajarkan dalam bentuk mata pelajaran di sekolah-sekolah kita. Sebenarnya mempelajari suatu bidang mata pelajaran adalah sebagai upaya untuk memberikan bekal kecakapan hidup kepada peserta didik agar dapat diterapkan di dalam kehidupan ataupun lingkungannya.
Teknologi Informasi dan Komunikasi sekarang ini tidak ubahnya seperti ilmu pengatahuan alam ataupun ilmu pengetahuan ocial , mengapa dikatakan demikian karena Teknologi Informasi dan Komunikasi selalu memberikan pengaruhnya dalam aspek apapun, sehingga ini menciptakan efek pengatahuan yang harus dipelajari oleh manusia entah dari sisi cara menggunakannya atau memanfaatkannya. Dan perlu diketahui pengaruh positif yang perlu diraih atau pun pengaruh negative yang perlu dihindari dari penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi.




1.1 Identifikasi  Masalah

            Kehidupan kita sekarang amat berbeda dengan kehidupan kita beberapa belas tahun yang lalu. Banyak permasalahan yang kita hadapi pada masa sekarang ini seperti rendahnya mutu sumber daya manusia kita, rendahnya kompetensi yang dimiliki oleh angkatan kerja kita dibanding negara tetangga misalnya.
            Beberapa tahun yang lalu kita amat sedih melihat berita suatu perusahaan ojek online membuka lowongan kerja di senayan. Pada saat itu terjadi antrian yang sangat panjang untuk menjadi karyawan ojek online , ternyata tidak sedikit yang mendaftar menjadi karyawan gojek tersebut adalah lulusan SMA, sarjana tingkat S1 ataupun D3. Hal ini menunjukan bahwa pendidikan kita kurang membekali anak didik kita dengan kecakapan hidup yang akan berguna bila mereka dewasa kelak.
            Menurut data badan pusat statistik jumlah pengangguran terbuka pada bulan Agustus tahun 2016 telah mencapai 7,57 juta orang. Sedangkan potensi industri kreatif dibidang teknologi informasi dan komunikasi untuk kedepannya masih sangat lebar.
            Di Indonesia, peran industri kreatif dalam ekonomi Indonesia cukup signifikan dengan besar kontribusi terhadap PDB rata-rata tahun 2002-2006 adalahsebesar 6,3% atau setara dengan 104,6 triliun rupiah (nilai konstan) dan 152,5 triliunrupiah (nilai nominal). Industri ini telah mampu menyerap tenaga kerja rata-rata tahun2002-2006 adalah sebesar 5,4 juta dengan tingkat partisipasi sebesar 5,8%.
Dalam industri kreatif khususnya peranan teknologi informasi menjadi dominan dalam menghasilkan karya kreatif. Diantara 13 kelompok industri kreatif, setidaknya 10 industri sangat terkait erat dengan teknologi informasi. Industri tersebut yaitu industri periklanan, arsitektur, disain, video, film dan fotografi, permainan interaktif (game),musik, penerbitan dan percetakan, layanan komputer dan piranti lunak, televisi dan radio, juga riset dan pengembangan.
Pada saat sekarang sedang hangat-hangatnya pemerintah berupaya memberantas berita hoax di dalam dunia maya. Tentu saja hal ini tidak terlepas akibat perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Bukan hanya hoax saja sebagai efek negative penggunaan TIK yang tidak baik, masih ada contoh lain misalnya penipuan dengan memakai situs blog , anak-anak yang mengakses situs-situs porno dan lain sebagainya.
Hal ini merupakan akibat masyarakat kita tidak mendapatkan edukasi mengenai pemanfaatan TIK di bangku sekolah. Apalagi dengan dihapusnya mata pelajaran TIK di dalam kurikulum 2013 menjadikan peserta didik buta akan etika pemanfaatan TIK yang benar.
1.2 Rumusan Masalah
Dengan pemaparan-pemaran di atas dapat kita buat beberapa rumusan masalah sebagai berikut :
1.      Apakah upaya-upaya yang dapat dilakukan agar peserta didik kita mendapatkan kemampuan kecakapan hidup yang sesuai dengan keadaan pada jaman sekarang ini?
2.      Apakah upaya-upaya yang dapat dilakukan agar peserta didik kita menggunakan teknologi dengan benar?
3.      Apakah upaya-upaya yang dapat kita lakukan agar kita menjadi bangsa yang berdaulat di negeri sendiri, dapat membuat berbagai perangkat aplikasi dan menggunakannya? Karena selama ini kita lebih sering hanya menjadi pemakai aplikasi bukan pengguna aplikasi.
4.      Apakah perbedaannya TIK sebagai alat bantu dengan TIK sebagai mata pelajaran?
5.      Apa yang akan terjadi di masa mendatang bila anak didik kita hanya menggunakan TIK sebagai alat bantu/tools dalam kegiatan belajar di sekolah?
6.      Apakah ada kelebihan dan kekurangan mata pelajaran TIK dibandingkan pelajaran lain?




1.3 Tujuan Penulisan
Berdasarkan uraian yang telah dipaparkan penulis memiliki tujuan agar Teknologi Informasi dan Komunikasi dapat kembali diajarkan di sekolah-sekolah karena TIK merupakan suatu pengetahuan yang amat penting untuk dipelajari oleh para siswa kita.
            Semoga dengan uraian-uraian yang dipaparkan dapat mengugah hati para pimpinan dan pejabat-pejabat di kementrian pendidikan dan kebudayaan agar memasukan TIK ataupun computer sains sebagai mata pelajaran di dalam struktur kurikulum nasional.



BAB II
PEMBAHASAN

Ketika seorang peserta didik hendak berangkat ke sekolah pada pagi hari tentu ada dalam pikiran alam bawah sadarnya bahwa ia pergi ke sekolah untuk mendapatkan ilmu yang kelak akan berguna bagi masa depannya nanti. Sehingga dengan ilmu itu ia dapat bekerja dengan baik dan berguna bagi manusia yang lain.
Menurut Prof. Dr Sunardi, M.Sc dan Dr. Imam Sujadi, M.Si fungsi kurikulum yaitu:
a.      Fungsi umum pendidikan. Maksudnya untuk mempersiapkan peserta didik agar menjadi anggota masyarakat yang bertanggung jawab dan baik
b.      Suplementasi. Kurikulum sebagai alat pendidikan harus dapat memberikan pelayanan kepada setiap siswa
c.       Eksplorasi. Kurikulum harus dapat menemukan dan mengembangkan minat dan bakat masing-masing siswa
d.     Keahlian. Kurikulum berfungsi untuk mengembangkan kemampuan anak sesuai dengan keahliannya yang didasarkan atas minat dan bakat siswa.
Dengan mempelajari bagaimana mengolah dokumen dengan pengolah kata, membuat laporan keuangan dengan pengolah angka siswa akan memperoleh keahlian yang berguna dalam hidupnya. Apabila siswa diajarkan bagaimana etika pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi maka dapat menjadikan siswa anggota masyarakat yang bertanggung jawab dan baik.
Anak-anak yang tidak diajarkan pengetahuan computer bisa saja melakukan pembajakan kepada situs tertentu. Hal ini terjadi bukan karena anak itu pintar justru hal tersebut terjadi karena anak tidak mempunyai pengatahuan computer. Tentu anak tersebut tidak tahu kalau komputernya itu sangat mudah dilacak karena setiap computer ataupun gadget mempunyai ciri pengenal yang unik.
Sangat disayangkan sekali anak-anak kita adalah pengguna smartphone yang sangat banyak tetapi anak-anak kita lebih banyak menggunakan teknologi hanya sebatas komunikasi, media social, game dan sebagainya. Padahal seharusnya kita dapat memanfaatkannya untuk menunjang bidang kegiatan belajar, bisnis dan lain-lain. Hal ini perlu di edukasi dengan mengajarkan kepada anak melalui Mata Pelajaran TIK dengan mengenalkan hal-hal yang dapat bermanfaat dengan teknologi misalnya membuat blog, membuat desain foto dengan photoshop. Dan bagaimana perlunya menghindari hal-hal yang negative dalam internet seperti situs porno, hoax dan sebagainya.
Dalam perkembangan TIK selama ini kita lebih sering menjadi pengguna daripada pembuat atau pengelola dalam TIK. Berbagai aplikasi yang terinstal dalam computer atau pun gadget kita bisa dipastikan hampir seratus persen dibuat perusahaan atau perorangan dari luar negeri. Bahkan untuk menutup google pun kita tidak berani padahal ia telah menunggak pajak puluhan triliun.
Mengapa hal ini terjadi? Karena memang kita kurang mementingkan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Terutama dalam bidang pendidikan lihat saja bagaimana dengan mudahnya pemerintah mata pelajaran TIK dihapus dalam kurikulum 2013. Pemerintah hanya menganggap TIK sebagai alat bantu untuk pelajaran lain. Padahal tidak, memang benar TIK dapat membantu kegiatan belajar mengajar menjadi lebih baik. Tetapi disisi lain TIK juga sebagai disiplin ilmu tersendiri yang sangat tepat untuk dipelajari.
Lalu dimanakah perbedaanya TIK sebagai alat bantu dan TIK sebagai mata pelajaran?
Untuk menjawab pertanyaan ini, saya ingin bertanya kepada anda, pernahkah anda belajar matematika? Dan apakah pernah anda belajar fisika? Apakah di dalam fisika anda belajar juga matematika? Ok, selanjutnya apakah anda pernah belajar ekonomi apakah di dalam pelajaran ekonomi anda belajar juga matematika? Ok, selanjutnya apakah anda pernah belajar agama islam? Apakah di dalam agama islam anda belajar juga matematika (soal pembagian warisan)?
Nah, sekarang saya ingin membandingkan dengan TIK. Apakah pernah anda belajar TIK (misal saja word, excel, animasi, internet dsb)? Dan apakah pernah anda belajar Bahasa Indonesia? Apakah di dalam Bahasa Indonesia anda belajar juga TIK (word)? Ok, selanjutnya apakah anda pernah anda belajar Ekonomi? Apakah di dalam Ekonomi anda belajar juga TIK (excel)? Ok, selanjutnya apakah anda pernah belajar IPA? Apakah di dalam IPA anda belajar juga TIK(word, animasi dsb)?
Nah, selanjutnya saya ingin tanyakan apakah anda tidak perlu belajar matematika karena di dalam pelajaran lain pun sudah ada karena matematika sebagai alat bantu? Dan Apakah anda tidak perlu belajar TIK karena di dalam pelajaran lain pun sudah ada karena TIK sebagai alat bantu?
Baiklah, dari uraian di atas jelas Nampak perbedaan TIK sebagai alat bantu dengan TIK sebagai mata pelajaran. Jadi TIK bukan hanya sebagai alat bantu tetapi TIK juga sebagai mata pelajaran yang harus dipelajari.  
Apa yang akan terjadi di masa mendatang bila anak didik kita hanya menggunakan TIK sebagai alat bantu/tools dalam kegiatan belajar di sekolah? Jawabannya adalah sebagai berikut :
1.      Mereka tidak akan mampu bekerja secara produktif dan kompetitif (tidak sekedar efektif dan efesien)
2.      Mereka tidak dapat beradaptasi dengan dunia global yang saling terhubung (komunikasi dan kolaborasi)
3.      Mereka tidak akan mampu berinovasi secara kreatif memperbaiki situasi kehidupan (cerdas berkreasi)
4.      Mereka tidak akan mampu berfikir secara holistic, logis, terstruktur dan sistemik (algoritmik) karena dengan belajar TIK mereka dapat berpikir secara sistemik.
5.      Tidak mampu belajar secara terbuka , terus menerus dan membudaya (etis)
6.      Tidak mampu berkarya secara mandiri sebagai sebuah pilihan kehidupan (profesi)
Apabila peserta didik hanya menggunakan TIK sebagai alat bantu di dalam pelajaran , misalnya saja Bahasa Indonesia membuat surat dengan mengetik (word) di komputer, maka hal itu hanya baru belajar kulitnya saja belum belajar isi dari TIK itu sendiri karena untuk menggunakan microsoft word itu sendiri banyak literature fungsi dan menu yang harus diketahui.
Apalagi dengan kondisi banyak guru-guru kita tidak mempunyai kompetensi yang mumpuni dalam menggunakan computer untuk menunjang pekerjaannya dalam pembelajaran dan administrasinya. Seharusnya pemerintah  menyadari mengapa banyak gurunya tidak kompeten dalam penguassaan computer dan TIK , karena memang mereka pada waktu sekolah dasar dan menengah dahulu itu tidak mendapatkan materi TIK.
Ternyata TIK sebagai mata pelajaran mempunyai kekhasan tersendiri atau kelebihan yang tidak dimiliki mata pelajaran lain yaitu sebagai berikut :
1.      TIK sudah sangat memenuhi tujuan pendidikan yang diungkapkan oleh Benjamin S. Bloom atau taksonomi Bloom, yaitu :
a.      Ranah kognitif (pengetahuan)
Berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek intelektual, seperti pengetahuan, pengertian dan keterampilan berpikir. Dalam pelajaran TIK ada proses berpikir seperti dalam excel ada penerapan rumus IF THEN ELSE, VLOOKUP, AVERAGE dsb. Dalam pelajaran TIK bagaimana mengenal fungsi-fungsi dan menu suatu pengolah kata dsb. Dalam pelajaran TIK juga ada pemanfaatan etika informasi yang sesuai dengan kondisi kemajuan teknologi.
b.      Ranah afektif 
Berisi perilaku-perilaku yang menekankan minat, sikap, apresiasi dan penyesuaian diri. Ketika peserta didik mempelajari bagaimana membuat lembar kerja menggunakan excel maka akan timbul suatu apresiasi, minat terhadap profesi yang berkaitan dengan pengolah angka atau excel.
c.       Ranah psychomotor
Berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek keterampilan motoric seperti membuat laporan berbentuk table, membuat proposal, membuat presentasi, mengedit foto dsb.
Apabila anda bandingkan dengan pelajaran lain misalnya PKN saya kira pelajaran PKN tersebut tidak dapat menjangkau ranah psikomotorik. Sekarang anda bandingkan dengan mata pelajaran prakarya , saya kira prakarya akan sangat sulit menjangkau ranah kognitifnya akan tetapi pada ranah afektif dan psikomotor cukup bagus. Sekarang anda bandingkan dengan matematika, saya kira pelajaran matematika akan mencapai ranah kognitif (keterampilan berpikir) dan ranah afektif akan tetapi matematika akan sangat sulit menuju ranah psikomotorik.
Selain dari yang saya uraikan tadi pelajaran TIK juga ada kelebihan lain yaitu untuk TIK tingkat kemandirian siswa dapat tercapai dalam arti TIK dapat menjadi bekal kecakapan hidupnya kelak. Dan juga pelajaran TIK dapat membuka banyak peluang kerja baru bagi siswa dan juga institusi pendidikan seperti sekolah atau perguruan tinggi dengan dunia usaha. Selain kelebihannya TIK juga mempunyai kekurangan dibandingkan pelajaran lain yaitu sebagai berikut:
1.      TIK masih sulit dianggap sebagai mata pelajaran karena memang baru pada beberapa tahun belakangan TIK  berkembang pesat. Bagi pegawai generasi tahun 1950-1970 an biasanya agak gaptek atau kurang mengenal TIK secara holistic, sehingga generasi pada masa ini dalam mengajar atau bekerja lebih senang yang bersifat manual. Generasi pada masa ini biasanya menganggap TIK sebelah mata sehingga tidak layak untuk dijadikan mata pelajaran. Tetapi berbeda dengan generasi tahun 80 an ke atas mereka dalam bekerja sudah sering menggunakan TIK dan menganggap TIK adalah suatu hal yang penting untuk dipelajari.
2.      Sangat sedikit sekali perguruan tinggi keguruan yang mengadakan jurusan pendidikan ilmu computer atau informatika. Di jawa barat ada Universitas Pendidikan Indonesia yang menyelenggarakan pendidikan ilmu computer sedangkan di Jakarta sepertinya memang belum ada. Mudah-mudahan akan tumbuh lagi perguruan tinggi lainnya yang mau menyelenggarakan pendidikan untuk menyiapkan guru computer atau TIK. Kebijakan pemerintah dalam hal ini kementrian pendidikan sangat berpengaruh dengan kelangsungan perguruan tinggi yang tgelah menyelenggarakan prodi pendidikan ilmu computer.
3.      Kurangnya dukungan dari lembaga yang terkait dengan mata pelajaran TIK seperti Kementrian Komunikasi dan Informatika. Ketika kurikulum 2013 menghapus Bahasa sunda dari struktur kurikulum 2013 Gubernur Jawa Barat menyurati Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar Bahasa sunda tetap dipertahankan. Hal ini tidak terjadi pada pelajaran TIK, pada saat TIK dihapus dari struktur kurikulum 2013 seharusnya Kementrian Komunikasi dan Informatika menyurati presiden agar TIK tetap dipertahankan, kalau memang ada kelemahan dari konten TIK harusnya diperbaiki bukan nya dihapus. Karena keberadaan TIK dalam kurikulum sekolah harusnya menguntungkan kementrian komunikasi dan informatika. Misalnya dengan edukasi internet yang sehat dan menciptakan generasi yang unggul dalam bidang TIK atau ICT, sehingga Pekerja Indonesia bisa diperhitungkan dalam kompetensi global.



BAB III
PENUTUP
TIK merupakan suatu pengetahuan yang amat penting untuk dipelajari dan diterapkan dalam struktur kurikulum nasional mengingat perkembangan jaman yang sedemikian pesat dalam bidang TIK. Banyak tantangan dan hambatan dalam penerapan TIK di kurikulum nasional akibat kurangnya penerimaan TIK oleh generasi yang lebih senior.
3.1 Kesimpulan
TIK bukan hanya sebagai alat bantu dalam pelajaran di sekolah, tetapi TIK juga mesti diajarkan dalam bentuk mata pelajaran karena pengetahuan TIK adalah pengetahuan yang bersifat umum dan bermanfaat sebagai bekal kecakapan hidup dan penanaman etika informasi kepada peserta didik.
Penerapan TIK di dalam kurikulum nasional adalah bersifat mutlak, dalam artian harus diajarkan dan diterapkan di sekolah karena perkembangan jaman yang menuntut ketersediaan tenaga kerja yang produktif dan kompetitif.
TIK sebagai pelajaran sudah memenuhi tujuan pendidikan yang di uraikan oleh Benjamin S Bloom dan mengajarkan TIK sesuai dengan fungsi kurikulum yaitu; untuk mempersiapkan peserta didik agar menjadi anggota masyarakat yang bertanggung jawab dan baik dan mengembangkan kemampuan anak sesuai dengan keahliannya yang didasarkan atas minat dan bakat siswa.
TIK sangat perlu dimasukan kedalam struktur kurikulum nasional untuk menyiapkan generasi yang produktif dan kompetitif dan sebagai bekal kecakapan hidup peserta didik. Banyak manfaat dan keuntungan yang diperoleh penyelenggara pendidikan dan sector usaha  dengan memasukan TIK ke dalam kurikulum nasional.
Penghapusan TIK dari struktur kurikulum nasional (2013) merupakan hal yang amat keliru. Apalagi dengan minimnya kompetensi guru-guru kita dalam penguasaan computer dan TIK.
3.2 Saran
Dengan uraian-uraian yang telah dikemukakan di atas maka pemerintah dalam hal ini kementrian pendidikan dan kebudayaan agar memasukan kembali TIK kedalam struktur kurikulum nasional mengingat keberadaan TIK adalah mutlak sesuai perkembangan teknologi dan globalisasi.
Pemerintah diharapkan dapat memajukan pendidikan dengan memanfaatkan TIK bukan hanya sebagai alat bantu tetapi juga dalam bentuk mata pelajaran. Selain itu diharapkan agar pendidikan tinggi juga membuka pendidikan ilmu computer guna menyiapkan guru-guru TIK yang berkualitas.
Diharapkan peran pemerintah untuk mengevaluasi dan memperbaiki materi ajar mata pelajaran TIK agar lebih berkualitas dan lebih kompeten sesuai kondisi yang dibutuhkan oleh siswa guna mewujudkan generasi emas Indonesia.
Demikianlah apa yang dapat penulis uraikan semoga bermanfaat untuk negara dan bangsa tercinta. Terimakasih.














DAFTAR PUSTAKA
https://www.bps.go.id/linkTabelStatis/view/id/972
Prof. Dr Sunardi, M.Sc dan Dr. Imam Sujadi, M.Si Sumber Belajar Penunjang PLPG materi kurikulum 2013, Tahun 2016